Khawatir ٩(͡๏̯͡๏)۶
Jam sebelas malam. Sudah sekitar tiga jam mas pergi. Masku, Mas Yoyon tercinta sedang dalam perjalanan menuju Tulungagung. Rasanya malas membayangkan sahur nanti tanpa kehadirannya yang menemani. Bikin sedih tau, nggak?? :'(
Selama ini aku selalu diam, tetapi dalam kediamanku tersimpan berjuta doa untuknya, untuk Mama, dan untuk Bapak. Sungguh betapa aku saaaangaaat mencintai mereka lebih dari yang mereka tahu. Diam-diam aku memikirkan mereka. Diam-diam aku mengkhawatirkan mereka. Diam-diam aku mendoakan mereka. Diam-diam pula aku berpikir keras bagaimana cara agar aku bisa membahagiakan mereka.
Perih rasanya jika salah satu dari mereka jauh dariku. Aku nggak pernah sanggup!! Karena merekalah penyemangatku. Mereka yang bisa memahami aku sebagaimana aku hidup selama sembilan belas tahun. Dan sekarang untuk yang kesekian kalinya aku jauh dari masku. Khawatir meraja. Dan aku hanya bisa mendoakannya selalu. Selalu dan selamanya...
Comments
Post a Comment