Skip to main content

Posts

Featured

Sunny

Akhirnya, setelah sekian tahun menunggu, aku kembali dipertemukan dengan Sani dan Alia. Dua sosok yang aku idolakan sejak SMP, akhirnya dapat kunikmati kembali dalam film yang sampai kapan pun tidak akan aku lupakan, Sunny. Instrumen-instrumen yang mengiringi sepanjang film ini, benar-benar menghujaniku dengan beribu bongkahan patah hati dan kesendirian yang pernah mengukir lembar hidupku. Semua yang Alia rasakan, aku merasa kisahnya mengalir di dalam tubuhku dan membuat kenangan-kenangan di otakku menyala. Hanya menyala, tidak hidup kembali. Sayangnya, aku bukan Alia yang sampai di akhir hidupnya pun masih mencari cinta sejatinya, walaupun telah ada cinta yang datang begitu sempurnanya. Tidak. Aku bukan Alia. Aku bukan penikmat masa lalu yang seperti Alia rasakan. Aku masih bisa melihat bagaimana hari esok begitu luar biasa, sehingga aku tidak punya waktu untuk menoleh. Tapi untuk Alia dan Sani, aku punya cukup waktu untuk berlama-lama menonton mereka. Mengulang-ulang bagian instrume...

Latest posts

Selamat Ulang Tahun, sayang

Sebelum Sekarang

Biarkan Sastraku Hidup

Kamu

Esok dan Seterusnya

Rasa-Itu

Barangkali

Kecewa (?)

Suatu Saat

Malam Ini