Sebelum Sekarang
Sepenggal lalu, kauhanya embun yang bertandang di petangku. Segala yang fana beriak di matamu. Kosong. Jalan menuju pagi begitu dingin. Sepi hanyalah pekat yang ganjil.
Dulu ...
Sebelum malam menggenapkan namamu, sebelum kita berebut luka
Sumenep, 29 Oktober 2015
Naa, 9:29 pm
Comments
Post a Comment