Biarkan Sastraku Hidup
Barangkali minggu t'lah usang, dengan ringkih musim yang enggan berganti. Barangkali bulan t'lah nanar, dengan keping debu yang pasi. Barangkali pula, riap gerimis t'lah letih dentingkan nada, dengan riak gemuruh yang sumbang.
Kutemukan helai rindu jatuh di kepalamu. Kulihat binar asa tersesap di matamu. Ada yang hilang pada separuh malammu. Ada yang jauh pada genggammu. Lalu, lintar di dadamu tetiba menguar.
Sayang ... aku tidak ke mana. Biarkan aku hidup, pada sastraku, pada mimpi kita
Sumenep, 23 Des '15
Naa, 11:24 am
Comments
Post a Comment