Esok dan Seterusnya


Pagi adalah hal yang selalu aku tunggu-tunggu untuk cepat-cepat membuka mata. Pada jarum jam yang menunjukkan angka sembilan pagi, aku selalu berdebar menanti sesuatu yang aku tunggu: BBM darinya, dan aku tak pernah kecewa untuk itu. BBM darinya selalu menjadi yang pertama menyambut hariku. Aku sudah lupa kapan pertama kali dia mem-BBMku setiap hari. Namun, sejak pertemuan di Perpusda itu, aku baru menyadari bahwa sebelumnya dia begitu rajin mem-BBMku. Setiap hari. Membuatku sangat merasa terganggu, tapi tidak untuk hari ini. Besok. Dan seterusnya.
            
Sumenep, 4 Agustus 2015
Naa, 11:09 am~ 

Comments

Popular Posts