My Second World
Hi guys! Kali ini gue bakal nyeritain awal mula kenapa saat ini gue berkecimpung di dunia literasi. Dunia di mana gue sangat bebas berekspresi dalam menuangkan imajinasi gue dan ide-ide gue yang mengendap di otak.
Sejak kelas enam SD, gue sudah mulai menulis. Menulis diary dan juga puisi. Gue masih sangat ingat, setiap ada kejadian apa pun, pasti gue tuang dalam bentuk curcol ala anak SD dan juga puisi yang sangat amat tidak berbobot. Maklum lah, gue nggak punya ilmu apa-apa tentang itu. Guru SD gue juga ada yang seorang penulis. Dia juga mempunyai nama pena yang dulu sama sekali belum gue mengerti apa itu. Tapi saat ini, dunia itu perlahan terbuka dan terbentang buat gue.
Gue mulai menulis lagi sejak kelas 2 SMA. Saat itu yang gue tulis hanyalah beberapa puisi yang masih saja tidak berbobot. Gue nggak mengerti sastra, nggak mengerti diksi, dan apalah itu namanya, sama sekali gue nggak ngerti. Yang gue ngerti cuma nulis, nulis, dan nulis aja tanpa memikirkan isi dari tulisan tersebut. Kemudian saat gue beranjak kelas 3 SMA, perlahan gue menyadari bakat terpendam gue. Dari situlah gue mulai menulis cerpen dan mengoleksi majalah Story yang memang memuat cerpen-cerpen hasil dari seleksi tentunya. Gue juga mulai gencar mengikuti even-even di facebook yang baru saja ditag oleh temanku sendiri. Tanpa ragu gue mulai mengikuti even tersebut yang merupakan kesempatan emas bagi gue.
Sekitar dua bulan kemudian, pengumuman itu pun keluar dan tidak ada nama gue di situ. Gue rasa itu kali pertamanya gue patah hati dalam dunia kedua gue karena naskah gue nggak ada di urutan nama-nama pemenang. Kecewa. Itulah hal pertama yang gue rasain, terutama kecewa sama diri sendiri karena tidak bisa memenangkan even itu.
Seiring berjalannya waktu, gue banyak belajar dari kesalahan gue. Gue terus belajar dan terus mencari tahu letak kesalahan gue dalam penulisan naskah. Akhirnya, gue masih ingat, tanggal 7 Maret 2012, naskah gue lolos seleksi. Sontak gue bahagia bukan main, mungkin lebih tepatnya norak kali, ya? Maklum, gue adalah bibit baru yang baru tumbuh. Gue adalah penulis pemula yang mempunyai impian sangat tinggi.
Hingga saat ini, gue masih betah menjelajah dalam dunia kedua gue. Gue cinta sama dunia kedua gue. Sudah banyak gue telurkan beberapa antologi cerpen jebolan indie. Ada juga sebuah antologi jebolan mayor yang sangat amat membuat gue bangga bisa menyematkan nama dan karya di salah satu penerbit mayor. Walaupun gue akui, prestasi gue masih sangat jauh dari sempurna. Gue masih belum bisa menulis buku solo. Untuk saat ini, gue sedang mencoba menyelesaikan novel pertama gue yang bertema teenlit.
Baru sebulan lalu gue juga udah menyelesaikan novel duet pertama gue bareng partner gue. Tapi nyatanya? DITOLAK!! Entahlah. Mau sukses harus berjuang dulu, bukan? Dan perjuangan gue di sini sangat dipertaruhkan untuk mengejar cita-cita gue. Doain gue, guys! Impian itu perlahan bisa gue raih dan orangtua gue akan menangis bangga telah mempunyai anak gue. Amin :')
Sejak kelas enam SD, gue sudah mulai menulis. Menulis diary dan juga puisi. Gue masih sangat ingat, setiap ada kejadian apa pun, pasti gue tuang dalam bentuk curcol ala anak SD dan juga puisi yang sangat amat tidak berbobot. Maklum lah, gue nggak punya ilmu apa-apa tentang itu. Guru SD gue juga ada yang seorang penulis. Dia juga mempunyai nama pena yang dulu sama sekali belum gue mengerti apa itu. Tapi saat ini, dunia itu perlahan terbuka dan terbentang buat gue.
Gue mulai menulis lagi sejak kelas 2 SMA. Saat itu yang gue tulis hanyalah beberapa puisi yang masih saja tidak berbobot. Gue nggak mengerti sastra, nggak mengerti diksi, dan apalah itu namanya, sama sekali gue nggak ngerti. Yang gue ngerti cuma nulis, nulis, dan nulis aja tanpa memikirkan isi dari tulisan tersebut. Kemudian saat gue beranjak kelas 3 SMA, perlahan gue menyadari bakat terpendam gue. Dari situlah gue mulai menulis cerpen dan mengoleksi majalah Story yang memang memuat cerpen-cerpen hasil dari seleksi tentunya. Gue juga mulai gencar mengikuti even-even di facebook yang baru saja ditag oleh temanku sendiri. Tanpa ragu gue mulai mengikuti even tersebut yang merupakan kesempatan emas bagi gue.
Sekitar dua bulan kemudian, pengumuman itu pun keluar dan tidak ada nama gue di situ. Gue rasa itu kali pertamanya gue patah hati dalam dunia kedua gue karena naskah gue nggak ada di urutan nama-nama pemenang. Kecewa. Itulah hal pertama yang gue rasain, terutama kecewa sama diri sendiri karena tidak bisa memenangkan even itu.
Seiring berjalannya waktu, gue banyak belajar dari kesalahan gue. Gue terus belajar dan terus mencari tahu letak kesalahan gue dalam penulisan naskah. Akhirnya, gue masih ingat, tanggal 7 Maret 2012, naskah gue lolos seleksi. Sontak gue bahagia bukan main, mungkin lebih tepatnya norak kali, ya? Maklum, gue adalah bibit baru yang baru tumbuh. Gue adalah penulis pemula yang mempunyai impian sangat tinggi.
Hingga saat ini, gue masih betah menjelajah dalam dunia kedua gue. Gue cinta sama dunia kedua gue. Sudah banyak gue telurkan beberapa antologi cerpen jebolan indie. Ada juga sebuah antologi jebolan mayor yang sangat amat membuat gue bangga bisa menyematkan nama dan karya di salah satu penerbit mayor. Walaupun gue akui, prestasi gue masih sangat jauh dari sempurna. Gue masih belum bisa menulis buku solo. Untuk saat ini, gue sedang mencoba menyelesaikan novel pertama gue yang bertema teenlit.
Baru sebulan lalu gue juga udah menyelesaikan novel duet pertama gue bareng partner gue. Tapi nyatanya? DITOLAK!! Entahlah. Mau sukses harus berjuang dulu, bukan? Dan perjuangan gue di sini sangat dipertaruhkan untuk mengejar cita-cita gue. Doain gue, guys! Impian itu perlahan bisa gue raih dan orangtua gue akan menangis bangga telah mempunyai anak gue. Amin :')
Comments
Post a Comment