Perempuan itu
Dulu, aku pernah mempunyai impian, sederhanaaa sekali. Aku ingin sekali melihat kakakku menikah dengan perempuan pilihannya, perempuan yang dia cintai dan mencintai dia. Aku selalu membayangkan kalau kakakku akan sangaaat tampan dan sangat gagah, begitu juga dengan perempuan pilihannya yang sangat cantik dan anggun. Semua mata akan melihat ke arah mereka. Semua mata tak akan berpaling dari arah mereka, dan aku, aku akan meneteskan airmata karena terlalu bahagianya sekaligus sedih karena akan melepas kakakku yang akan melarung kehidupan baru bersama perempuan pilihannya.
Lalu perempuan yang cantik itu akan tinggal bersama kami di rumah ini. Perempuan itu akan menjadi pelengkap di rumah ini. Perempuan itu akan menyambut kakakku pulang dari kantornya, perempuan itu akan membuatkan kakakku teh hangat, perempuan itu akan menjadi pemulang lelah dan resah bagi kakakku, perempuan itu akan menjadi segalanya, perempuan itu akan menjadi "rumah" bagi kakakku, HANYA kakakku!!
Perempuan itu akan bangun setiap pagi, menyiapkan sarapan untuk kakakku, lalu menyiapkan segala keperluan pekerjaan kakakku sebelum berangkat, karena kakakku adalah orang yang sangat pelupa. Ketika di rumah tidak ada orang, perempuan itu akan menemani mama, memasak berdua, berbincang hangat, dan mencintai mama seperti dia mencintai kakakku.
Kalau aku boleh meminta, boleh tidak permintaanku itu dikabulkan? Aku ingin melihat kakakku bahagia. Sesederhana itu :')
Comments
Post a Comment