Suara Rindu

Senja belum menyala, tapi rindu datang lebih awal. Rindu selalu terburu-buru, padahal malam belum juga nyalang. Rindu makin gusar, karena arah pelukan tak lagi rimbun. Langit belum meriuhkan warnanya, bintang belum habis termakan malam, tapi rindu menggigil sendu. Rindu memuara sepi. Sepi membingkai temu. Namun temu mencipta angan. Aku candu segalamu. Setiap pejam ada kamu. Setiap langkah adalah kenangan. Aku jadi lebih gemar berdoa. Kita lalu menghangat, tapi tidak di musim ini. Kamu hanya angin, yang menyemai kesunyian, karena gemintang yang berteduh di matamu adalah pekuburan paling sepi. Ini suara rindu, yang menisankan takhta senyummu.

Comments

Popular Posts