Aku Hanya Menulis

Dari dulu, bahkan hingga saat ini, aku hanya membaca dan menulis. Setelah selesai membaca, biasanya keinginan menulisku menggebu-gebu. Seperti itu seterusnya.

Aku tak tahu kerangka cerita, batas kata dalam cerita, unsur-unsur cerita, atau apalah namanya itu! Aku benar-benar tidak tahu!!

Yang aku tahu hanyalah menulis tanpa memikirkan apa pun di luar itu. Aku menulis setiap cerita yang bermain dalam imajinasiku tanpa memedulikan kerangka, unsur, atau apa pun! Aku bahkan malas untuk mencari tahunya karena aku tahu aku mudah lupa. Ingatanku terlalu rentan untuk mempelajari hal-hal yang sebenarnya menjadi dasar untuk menulis. Tapi sekali lagi, aku tidak peduli.

Aku terus menulis. Imajinasiku seperti memerintahkan jari-jemariku untuk terus menulis menuangkan pikiran yang sedang berjalan. Aku juga tak peduli tulisanku bagus atau tidak, dibaca atau tidak, diterima atau ditolak penerbit, aku tak peduli, karena aku hanya menulis. Hanya ingin menyelesaikan tulisanku sebisanya. Itu sudah merupakan prestasi tersendiri bagiku. Lalu setelah itu, aku memikirkan hal yang sempat aku lupakan. Dari depan kubaca lagi, kuubah yang kurang nendang, kubaca lagi, kuubah lagi. Dan terus seperti itu.

Jika kalian menulis, lupakan hal yang membuatmu menjadi berhati-hati dalam menulis. Jika sudah menulis, itu adalah hak dan kebebasan kita. Tak usah pikirkan apa pun dan menulislah.... :)

Comments

Popular Posts