Aku Jadi Takut
Jika kalian ingin bilang aku menyedihkan? Sekaranglah saatnya.
Hari ini aku hanya bisa diam, bersedih, menyesal, dan perasaan tidak enak lainnya. Aku tidak bisa merayakan dua rakaatku di hari suci ini. Aku tidak bisa!!!
Baru tahun ini aku memecahkan rekor puasa sebulan full. Hal yang tidak mungkin bagi remaja seusiaku. Tapi itu mungkin juga bagi kebanyakan remaja yang mengalami menstruasi tak lancar sepertiku. Tapi yang jelas aku tidak pernah memikirkannya. Aki bangga bisa berpuasa full tanpa bolong. Teman-teman iri. Tapi teman-teman hari ini bahagia, sedangkan aku hanya bisa duduk di kamar dan tak jadi memakai mukennah baruku yang berwarna pelangi.
Aku merasa sebulan tak ada apa-apanya. Dosaku tetap mengalir layaknya hulu sungai. Aku diam saja tapi aku merasa dosa. Dosa-dosa itu yang sekarang mencubitku dan membuatku jadi sedih. Aku jadi tak bergairah hari ini. Aku tak bisa mendampingi mama salat. Aku tak bisa bermaafan dengan tetangga dari atas sampai bawah. Aku tidak bisa!!!
Hari ini Allah mengambil hakku (istilahnya). Dan Dia bisa kapan saja mengambilnya. Lalu, jika itu nyawaku bagaimana? Aku masih menjadi manusia berselimut dosa. Aku benar-benar ingin berubah. Tapi godaannya ada saja. Mungkin karena imanku belum kuat. Aku takut Allah mengambil nyawaku dengan tiba-tiba. Aku takut. Aku takut!!
Lalu tiba-tiba aku mencium aroma kubur dan neraka. Mereka seperti datang mendekat. Dan itu membuatku sedih hingga terpuruk. Ini bukan mendramatisir hidup, tapi aku sungguh takut hadapi itu. Aku banyak dosa. Banyak dosa. Dan aku takut!!
Comments
Post a Comment