Pagi

Pagi selalu tentang sapamu. Kauhidangkan semangat lewat bulir-bulir embun untuk mengecupku. Lalu, aku bisa apa kalau sudah begini?

Aku berharap senyumku membias di depan pintu kamarmu sekarang. Agar kautahu, senyum ini adalah kepunyaanmu sekarang. Hatiku pun menjadi milikmu sekarang. Kau biang keladinya. Kau penyebabnya. Kalau tidak bisa menjaganya, setidaknya jangan lukai.

Comments

Popular Posts