Senja di Langit Utara
Aku punya firasat buruk akhir-akhir ini, senja tak hadir seperti biasanya. Dan benar. Senja bersembunyi di balik guratan-guratan jingga yang menggores di langit sore. Ini terjadi begitu lama sampai-sampai aku merasa bosan dan ingin pergi tidur saja.
Di mana senjaku?
Di mana senjaku yang menyilaukan?
Di mana senjaku yang membuatku mengharu biru?
Aku bosan. Namun aku tak pantang menyerah. Aku mencarinya di tiap sudut kota. Barangkali senjaku menyembul di balik pohon-pohon tinggi di sudut kota. Aku mencarinya. Tak apa jika harus bersusah payah menengadah ke langit asal rinduku terbayar.
Dan pada detik ini pencarianku tak sia-sia. Aku menemukannya di langit utara. Semburatnya menyeruak di antara kabel-kabel listrik di pinggir jalan. Warna jingganya mewah sekali. Lalu aku mendekat. Mencari tanah lapang agar bisa menikmati sepuasnya.
Tuhan ... mulutku tak hentinya berdzikir. Hatiku tak hentinya bergetar. Aku tak ingin beranjak ke mana-mana. Mataku juga enggan sekali berkedip.
Aku berdoa agar malam sedikit melambat datang. Aku berdoa agar senjaku tak pergi lagi. Dan aku berdoa, agar gedung-gedung itu tak semakin meninggi.
Subhanallah :')
Sumenep, 30 Mei 2015
5:58 pm, Naa~
Comments
Post a Comment