Mama

Mama... Apa sih yang ada di benak kalian jika mendengar nama itu? Tentunya kalau aku bilang, Mama itu sulit untuk didefinisikan, apalagi Mamaku. Kalian tahu? Mamaku adalah Mama yang sangaaat hebat. Dan kalian pun akan seperti itu juga dalam menilai Mama masing-masing.

Aku tak pernah habis pikir, bisa mengenal dan menjadi anak perempuan Mama yang sangat hebat. Mama selalu ingin kedua anaknya menjadi yang terbaik, walaupun kadang hal itu terlalu berlebihan. Mama membuat anak-anaknya tak pernah bisa ditinggal jauh ataupun mandiri, karena memang mama ingin selalu aku dan kakakku berada dekat darinya, dan hal itulah yang paliiing membuat hati mama tenang. Aku sangat mengerti perasaan mama yang nggak pengen anaknya sampai kenapa-kenapa kalau berada jauh darinya. Susah sih menghadapi mama. Padahal aku ingin sekali ke Pare untuk tiga bulan saja. Mencoba mandiri dan belajar gimana susahnya jauh dari orangtua, agar aku nggak terus-terusan seperti ini. Tapi mama selalu bisa dan punya alasan untuk nggak memperbolehkanku ke sana kalau tidak ada teman. Jangankan ke Pare, berada lama di luar rumah dengan teman-teman ataupun urusan pribadiku sendiri, pasti hape selalu berbunyi menanyakan keberadaanku di mana dan bersama siapa. Wah, sepertinya mama berbakat untuk jadi pacarku juga ya?

Itu fakta pertama. Mama selalu tidak ingin anaknya berada jauh darinya. Itu poinnya. Dan poin kedua, mama nggak pernah pengen anaknya hidup melarat. Tanpa pembantu, mama selalu bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian tanpa bantuan siapa pun. Dan tidak pernah memintaku untuk ina itu walaupun aku ingin sekali membantu. Paling kalau memang benar-benar tidak kuat, baru meminta pertolonganku, tapi itu hanya secuil dan mudah sekali aku kerjakan. Karena sekali lagi, mama tidak ingin anak-anaknya kerja melarat.

Selanjutnya, mama selalu bisa menahan rasa sakitnya. Mama bakal sangat hemat dan irit kalau untuk kesehatannya sendiri. Tapi, kalau soal kesehatanku dan kakak, bapak juga, mama tak segan-segan mengeluarkan uang berapa pun agar kami sembuh dan sehat lagi. Ini yang membuat aku kesal. Kesal sekaligus gemas karena mama melakukan hal itu. Sudah berpuluh kali mama mengacuhkan saranku untuk pergi berobat, ataupun pijat setiap satu bulan sekali, atau apa pun lah! Tapi tetap saja, mama bungkam.

Belum lagi, anak-anaknya TIDAK BOLEH pacaran! Dilarang keras. Sangaaaat dilarang keras. Mama sangat protektif sejak aku dulu ditemu pacaran. Bahkan, aku selalu berasalan jika teman-teman lelakiku ingin ke rumah. Sebisa mungkin aku mencari alasan yang tepat agar mereka tidak jadi ke rumah. Pasti dan pasti, aku diintrogasi. CAPEK! Capek dengan kecerewetan mama. Yayaya aku tahu aku nggak boleh begitu. Tapi mending nggak usah deh para cowok-cowok main ke rumah sebelum waktunya, aku males menjawab segala rentetan pertanyaan dari mama, dan aku juga capek berbohong. Hanya menyakitkan hati mama. Dan aku nggak mau.

Aku rasa, pikiran mama tak segaul penampilan mama. Pikiran mama kolot, primitif, sama seperti almarhum kakek aku. Tapi aku sadar, semua itu beralasan, dan mama tidak mungkin menyiksa anak-anaknya. Mama hanya berusaha menjadi orangtua yang baik. Mama terlalu sayang sama kami. Kami selalu dimanjakan dengan kasih sayangnya. SELALU! Dan, aku rela kalau harus bersusah payah untuk membahagiakan mama seperti sekarang ini. Ya. Aku harus membahagiakan mama, dan juga bapak tentunya.

Melalui doa-doanya setiap malam, aku merasa aman berada dalam dekapan mama, dengan dibuai kasih sayang yang selalu diberikan kepada kami. Aku akan berjuang untuk membahagiakan mama, sama seperti mama yang berjuang membahagiakanku dan kakakku sampai berpuluh tahun ini :')

Comments

Popular Posts