Mbak Win
Erwin Ayu Lasmidayanti. Sebentuk nama yang kini tengah menguasai hati dan pikiranku dengan berbagai kenangannya. Dialah satu-satunya alasan yang membuatku meneteskan kembali airmata di tahun 2013 ini. Nama yang biasa kupanggil Mbak Win itu menikah dengan lelaki pujaan hatinya 3 Maret silam. Tanggal yang membuatku sakit luar biasa. Tak rela melepaskannya, tak rela kehilangannya, tak rela namaku perlahan pudar dari hatinya. TAK RELA!
Kalian semua mungkin nggak tahu, siapa Mbak Win itu. Dia adalah mantan pacar kakakku pas SMA. Putus gara-gara LDRan. Tapi Mbak Win masih nyimpen cintanya buat kakakku. Itulah sebabnya aku dan dia sangat dekat seperti adek dan mbak kandung. Dia seriiing beliin aku sesuatu yang pastinya membuat aku senang, traktir makan, jalan-jalan, bantuin bohong sama mama, bantuin ketemu sama si Mochan, pokoknya Mbak Win malaikat buat aku, walaupun kadang aku dibikin sebel karena janjinya yang keseringan nggak ditepati. Tapi Mbak Win sangat berjasa buat kehidupanku dan keluargaku. Secara dia juga perawat, kalo ada apa-apa aku selalu tanya dan konsultasi sama dia.
Aku semakin sayang saja sama Mbak Win. Dan aku selalu berharap dia jadi Mbak ipar gue, dan kakak gue mau membuka hatinya kembali untuk dia. Gue sangaaat yakin itu akan terjadi. Keluarganya dia juga menginginkan hal itu, begitupun kedua orangtua gue, kecuali kakak gue. Entahlah, dia kena jampe-jampe apa sampe nggak mau sama Mbak Win. Gue sendiri rasanya pengen banget jampe-jampein kakak gue biar suka lagi sama Mbak Win.
Tapi akhirnya apa???? Mbak Win punya cowok lagi. Gue tahu, sebelum punya cowok yang satu kompleks sama gue, dia juga punya cowok dan deket sama temen-temen cowoknya yang lain. Tapi gue nggak pernah sebel saat itu, malah biasa aja. Tapi, saat Mbak Win bilang punya cowok dan cowok itu satu kompleks sama gue, di situ gue mulai sebel. Sebel sama Mbak Win, sebel juga sama kakak gue yang nggak mau sama Mbak Win sampe detik itu.
Lambat laun, Mbak Win jadi jarang hubungin gue. Sampai suatu ketika, gue SMS dia tanya kabar, dan kalian tahu jawabannya apa? "Mbak Win bukannya lupa, Dek, tapi Mbak Win sekarang lagi ada di Mekkah lagi umroh. Oya, tanggal 3 dateng ya ke akad nikahnya Mbak Win..." DUAR!!!! Bagai disambar petir gue baca SMS itu. Nggak terasa mengalirlah airmata gue sederas-derasnya. Gue matiin TV, dan gue kabur ke kamar, menangis sejadi-jadinya di bawah selimut sambil memeluk guling kesayangan gue.
Sejak saat itu gue jadi benciiii banget sama Mbak Win. Beginilah gue yang terlalu amat sangat menyayanginya, sehingga gue nggak bisa nerima kenyataan ini semua, dan sampai saat ini pun gue belum ikhlas. Nggak jarang gue nangis tentang dia, dan nggak ada yang tahu selain Mochan dan Allah. Karena semuanya nggak ada yang bisa ngertiin gue selain mereka berdua. Bahkan, Mbak Win pun nggak akan habis pikir kenapa gue seperti ini. Tapi biarkan hanya gue, Mochan, dan Allah yang tahu, serta orang-orang yang mungkin baca isi blog gue yang satu ini.
Mbak Win tega banget ninggalin aku. Aku tahu, ini semua hak Mbak Win, tapi kenapa ya aku sakiiiit hatiiii banget nerima kenyataan ini. Aku sayang sama Mbak Win. Sangat amat sayang. Banyak banget kenangan yang udah kita habiskan bersama. Dan aku ingin semua itu menjadi nyata saat Mbak Win jadi Mbak ipar aku. Tapi semua hanya khayalan bodoh aku, dan nggak akan pernah jadi nyata.
Ya Allah, masih saja gue pengen nangis mengingat itu semua. Gue ingin sekali mempunyai mbak seperti Mbak Win. Mbak yang bisa melindungi, memanjakan, menyayangi, dan mengasihi gue. Sama seperti kakak gue. Gue pengen ini semua hanya mimpi, Ya Allah... Apalagi setelah gue melihat fotonya di FBnya yang sengaja gue liat beberapa hari lalu. Betapa hancurnya hati gue. Mbak Win udah jadi milik orang lain, dan bukan Mbak ipar gue. Sekarang, apa gue masih bisa berharap dari semua kejadian ini? NGGAK!!! Semua itu musnah ditelan waktu yang sebegitu cepatnya berputar. Tapi tetep aja, sakit ini tak akan pernah musnah :'(
Kalian semua mungkin nggak tahu, siapa Mbak Win itu. Dia adalah mantan pacar kakakku pas SMA. Putus gara-gara LDRan. Tapi Mbak Win masih nyimpen cintanya buat kakakku. Itulah sebabnya aku dan dia sangat dekat seperti adek dan mbak kandung. Dia seriiing beliin aku sesuatu yang pastinya membuat aku senang, traktir makan, jalan-jalan, bantuin bohong sama mama, bantuin ketemu sama si Mochan, pokoknya Mbak Win malaikat buat aku, walaupun kadang aku dibikin sebel karena janjinya yang keseringan nggak ditepati. Tapi Mbak Win sangat berjasa buat kehidupanku dan keluargaku. Secara dia juga perawat, kalo ada apa-apa aku selalu tanya dan konsultasi sama dia.
Aku semakin sayang saja sama Mbak Win. Dan aku selalu berharap dia jadi Mbak ipar gue, dan kakak gue mau membuka hatinya kembali untuk dia. Gue sangaaat yakin itu akan terjadi. Keluarganya dia juga menginginkan hal itu, begitupun kedua orangtua gue, kecuali kakak gue. Entahlah, dia kena jampe-jampe apa sampe nggak mau sama Mbak Win. Gue sendiri rasanya pengen banget jampe-jampein kakak gue biar suka lagi sama Mbak Win.
Tapi akhirnya apa???? Mbak Win punya cowok lagi. Gue tahu, sebelum punya cowok yang satu kompleks sama gue, dia juga punya cowok dan deket sama temen-temen cowoknya yang lain. Tapi gue nggak pernah sebel saat itu, malah biasa aja. Tapi, saat Mbak Win bilang punya cowok dan cowok itu satu kompleks sama gue, di situ gue mulai sebel. Sebel sama Mbak Win, sebel juga sama kakak gue yang nggak mau sama Mbak Win sampe detik itu.
Lambat laun, Mbak Win jadi jarang hubungin gue. Sampai suatu ketika, gue SMS dia tanya kabar, dan kalian tahu jawabannya apa? "Mbak Win bukannya lupa, Dek, tapi Mbak Win sekarang lagi ada di Mekkah lagi umroh. Oya, tanggal 3 dateng ya ke akad nikahnya Mbak Win..." DUAR!!!! Bagai disambar petir gue baca SMS itu. Nggak terasa mengalirlah airmata gue sederas-derasnya. Gue matiin TV, dan gue kabur ke kamar, menangis sejadi-jadinya di bawah selimut sambil memeluk guling kesayangan gue.
Sejak saat itu gue jadi benciiii banget sama Mbak Win. Beginilah gue yang terlalu amat sangat menyayanginya, sehingga gue nggak bisa nerima kenyataan ini semua, dan sampai saat ini pun gue belum ikhlas. Nggak jarang gue nangis tentang dia, dan nggak ada yang tahu selain Mochan dan Allah. Karena semuanya nggak ada yang bisa ngertiin gue selain mereka berdua. Bahkan, Mbak Win pun nggak akan habis pikir kenapa gue seperti ini. Tapi biarkan hanya gue, Mochan, dan Allah yang tahu, serta orang-orang yang mungkin baca isi blog gue yang satu ini.
Mbak Win tega banget ninggalin aku. Aku tahu, ini semua hak Mbak Win, tapi kenapa ya aku sakiiiit hatiiii banget nerima kenyataan ini. Aku sayang sama Mbak Win. Sangat amat sayang. Banyak banget kenangan yang udah kita habiskan bersama. Dan aku ingin semua itu menjadi nyata saat Mbak Win jadi Mbak ipar aku. Tapi semua hanya khayalan bodoh aku, dan nggak akan pernah jadi nyata.
Ya Allah, masih saja gue pengen nangis mengingat itu semua. Gue ingin sekali mempunyai mbak seperti Mbak Win. Mbak yang bisa melindungi, memanjakan, menyayangi, dan mengasihi gue. Sama seperti kakak gue. Gue pengen ini semua hanya mimpi, Ya Allah... Apalagi setelah gue melihat fotonya di FBnya yang sengaja gue liat beberapa hari lalu. Betapa hancurnya hati gue. Mbak Win udah jadi milik orang lain, dan bukan Mbak ipar gue. Sekarang, apa gue masih bisa berharap dari semua kejadian ini? NGGAK!!! Semua itu musnah ditelan waktu yang sebegitu cepatnya berputar. Tapi tetep aja, sakit ini tak akan pernah musnah :'(
Comments
Post a Comment