Jejak Usang

1 menit telah dmulai untk hari ini.
Entah ini malam atau sudah pagi.
Rasa rindu tak dapat membedakannya

Kubaca pesan terakhirmu berulang-ulang kali sampai aku akan merasa bosan,  tapi sayangnya, aku tidak pernah bosan! Kini pagi kembali bertandang. Kukira bayangmu semalam akan lenyap ketika aku menutup mata, namun ketika aku membuka mata, bayangmu semakin menyilaukan. 

Sudah terhitung satu minggu kaupergi. Kaupergi tak bersisa apa-apa kecuali kenangan. Hampir setiap hari kurapal waktu yang memintal rindu. Detik dan menit tak berarti apa-apa saat jejak usangmu memburai sendu.

Kusesap dalam-dalam garis senyummu di sela senja, agar saat aku membayangkanmu, senyummu masih sehangat saat kau memandangku. Pun saat lengang malam berbisik, aku masih mendengar tawamu di ujung desau angin, yang mengecap keping dingin laut. 

Di sini, kurajut rindu yang mulai tergugu pada tuannya. Bernaung pada kenang, berlabuh pada mimpi. Hingga nanti seorang pengelana lupa jalan pulang, aku tetap tegak walau di larut sunyi. Menunggu kepulanganmu, atau menunggu kematianku sendiri~ 

Sumenep, 8 Feb 2015
Naa~

Comments

Popular Posts