Kemarin Sore
Waktu kami sempit, sebentar sekali, bahkan hanya untuk mengintip senyumnya saja pun aku tak bisa. Kusapu pandanganku terhadapnya. Saat pandangan kami bertemu, tak lagi kutemukan binar bahagia di matanya saat menatap mataku, tak ada lagi lengkung senyum manisnya saat menatapku. Semua kosong. Ia hanya menatapku seperti melihat angin, bukan lagi seperti melihat pelangi. Aku bukan lagi siapa-siapanya, tapi aku tak pernah sadar kalau dia sudah bukan siapa-siapaku lagi. Kembali seperti dulu pun percuma, karena rasa itu sudah pupus baginya. Rasa yang dulu meledak-meledak baginya ketika melihatku, kini sudah berganti menjadi sebongkah perasaan layu yang sudah mati.
Kami pulang bersama, namun dengan motor yang berbeda. Dulu ... dia tidak pernah membiarkanku untuk berada di belakangnya, dia tak pernah menyalipku tanpa candaan dan cibirannya. Namun, kemarin sudah jelas, suasananya sudah berbeda. Aku memelankan laju motorku. Kubiarkan dia di depan. Satu kali pun dia tak menoleh ke belakang untuk melihat dan memastikan aku baik-baik saja atau tidak, bahkan melirik ke arah spion pun tidak. Aku hanya tersenyum melihat punggungnya yang semakin jauh dan tak terlihat lagi ketika ia berbelok ke arah barat. Aku benar-benar tersenyum, tapi airmata ini kemudian jatuh. Semua tumpah ruah ketika aku mulai sadar jalan kami sudah berbeda, dunia kami sudah bukan yang dulu lagi.
Aku selalu menggebu-gebu ketika akan bertemu dengannya. Tapi saat aku menatap mata dan senyumnya, di situlah rasa perih kembali kurasakan, tepat di jantungku. Aku rindu, tapi pertemuan kami tak seperti dulu lagi yang penuh canda tawa. Aku tak lagi bisa bercerita bebas tentang apa pun kepadanya, karena aku tahu dia tidak akan merespon seperti dulu lagi.
Tuhan ... Sadarkan aku bahwa dia bukan lagi dia yang dulu. Sadarkan aku bahwa dia tak akan pernah bisa kembali seperti dulu. Sadarkan aku bahwa jalan kami telah berbeda. Sadarkan aku bahwa dia bukan lagi milikku. Dan sadarkan aku bahwa aku bisa tersenyum tanpa dia lagi. Sadarkan aku ... sadarkan aku ....
Comments
Post a Comment