I

Ji ... di sini hujan. Deraaass sekali. Aku sendiri di sini, padahal banyak orang di sekitarku, tapi aku merasa sendiri sekali. Naru sama sekali tak melihatku, bahkan melirik pun tidak. Aku tak pernah ada baginya, Ji. Tapi kenapa aku tetap mengharapkannya? Aku terlalu bodoh, Ji. Sahabatmu ini begitu sangat bodoh. Aku ingin menangis, Ji. Tapi aku tak ingin membuatmu malu mempunyai sahabat cengeng sepertiku. Dari kemarin magrib, aku menangis hingga subuh, hingga siang tadi pula. Aku tak menyangka akan sesedih ini, Ji. Aku merindukanmu ... Hanya kamu yang bisa mengerti aku ....

Comments

Popular Posts