V
Ji ... kini aku sudah bisa tersenyum. Selepas Magrib kemarin, airmataku sudah tak menetes lagi. Banyak yang menghiburku, termasuk kamu. Kamu selalu menepati janjimu untuk tak pernah meninggalkanku.
Aku sudah bisa tertawa, Ji, tapi pikiranku tak pernah lepas darimu, apalagi ketika kamu mengatakan bahwa kamu sedang di daerah XX, pikiranku terpecah ke mana-mana. Aku mengkhawatirkanmu, Ji, sangat!! Kenapa kamu berada di situ? Tapi kamu biasa saja, Ji, malah kamu seperti menikmatinya. Ah, kamu selalu begitu, Ji. Itulah salah satu yang tak kudapatkan di orang lain. Kamu selalu menghadapi semua dengan senyum yang tenang, yang damai.
Semua orang heboh dengan letusnya Gunung Kelud, tapi kamu bilang ini anugerah dari Tuhan, valentine yang berkesan katamu. Aku pun hanya tersenyum membaca pesanmu, Ji. Aku tidak mengerti apa yang ada padamu, kamu selalu menciptakan senyum untukku :-)
Comments
Post a Comment