III
Ji ... di sini hujan. Sudah kucoba untuk menyetel musik keras-keras agar aku tak mendengar suara hujan. Tapi hujan terlalu bising dan mengganggu. Aku benci, Ji. Hujan akan menambah kesedihanku semakin dalam. Kala senja tiba dan hujan turun, di situlah aku bisa temukan kamu, Ji, tapi kali ini sudah tidak lagi. Sedari tadi BBMku belum kamu baca, apa yang kamu lakukan, Ji? Bilang padaku kamu baik-baik saja kan? Iya kan?
Aku benci kepergianmu, Ji. Kepergianmu benar-benar mengubah hidupku!!! Aku tak yakin bisa lalui semua tanpa kamu. Hubungan kita begitu sederhana, Ji, tapi terlalu rumit untuk mereka mengerti. Aku sangat menyayangimu, dan mereka tak pernah bisa menerjemahkan arti sayangku padamu, tapi kamu bisa, Ji. Aku tahu kamu juga menyayangiku. Hanya kita berdua yang mengerti bagaimana sebenarnya kita. Makanya kamu begitu berharga bagiku, Ji.
Kamu selalu bilang bahwa kamu bukan orang baik, tapi aku selalu menepisnya. Klo aku baik aku gak kra bkin kmu sdih aplgi nangis, begitu katamu, Ji. Aku memang menangis, Ji, tapi kamu pantas untuk ditangisi. Semoga Tuhan selalu menjaga kamu :'(
Comments
Post a Comment