Dia



Dia ...

Terlalu banyak rasanya untaian kalimat yang tak bisa semuanya aku tulis di sini. Aku mengenalnya lebih dari siapa pun yang mengenalnya, begitupun juga dia. Rasanya dia hadir terlalu sempurna di dalam hidupku. Walaupun perselisihan sering terjadi pada kami, aku tahu bahwa kami saling mendoakan dan merindukan secara diam-diam. Aku tahu cintanya padaku lebih besar dari pada perempuan di luar sana. Aku yakin itu, karena aku pun juga begitu. Aku sangat menyayangi dan mencintai dia.

Dia yang tak pernah datang dan pergi sesuka hatinya
Dia yang tak pernah menjerumuskan aku
Dia yang selalu menjagaku dengan seluruh kemampuannya
Dia yang selalu memberiku nasihat baik
Dia yang tak pernah lelah ketika kumintai tolong
Dia yang selalu mengusap kepalaku ketika aku menangis dan membangunkan aku dari tidur
Dia yang tak pernah marah ketika aku ngambek kepadanya
Dia yang selalu khawatir saat aku sakit
Dia yang tak pernah lupa membelikanku oleh-oleh
Dia yang selalu mengajariku ilmu apa pun yang dia punya
Dia yang selalu menularkan seluruh semangat dan kehebatannya kepadaku
Dia yang selalu menjadi teman curhat terbaik
Dia yang tidak pernah absen untuk beribadah
Dia yang lembut tapi tegas
Dia yang selalu memanjakanku
Dia yang tak pernah membuatku menangis
Dia yang tak pernah menyakitiku sedikit pun
Dan dia yang kusayangi hingga ujung batasku berakhir
Dia adalah pelindungku, malaikatku, dan fajar di setiap aku memulai hari

Sesuai namanya, dia adalah fajar di setiap aku memulai hari. Satu dari dua lelaki yang sangat aku cintai, yang mampu membuatku bertahan hingga sejauh ini. Satu-satunya kakak lelaki yang aku punya :-)

Comments

Popular Posts